Rabu, 26 Oktober 2011

Banking vs Contact Center

Jakarta, 28 Oktober 2011.

banyak pengusaha banking yang menjalankan bisnisnya telah mendengarkan keluhan dan masukan dari nasabahnya, tidak banyak sekarang banking berkembang dengan pesat,salah satu contoh. banyak yang menilai perusahaan banking syariah ini dengan sebelah mata, dengan mendengarkan keluhan nasabah dan masukan dari nasabah. bank muamalat syariah sekarang besar menjadi perusahaan syariah, banyak juga perusahaan banking yang membuat divisi syariah, banking mulai sadar dengan kebutuhan contact center yang menjadi dasar bisnis perusahaan sangat di butuhkan.

tak jarang contact center semakin di cintai khususnya di banking, semua perusahaan banking berlomba-lomba untuk memeberikan pelayanan yang nyaman untuk nasabahnya, semua keluhan dapat tercatat dengan baik oleh si agent.

contact center saat ini mudah di monitoring, dengan penampilan yang user friendly dan sangat memasyarakat, aplikasi contact center ini sangat di idamkan oleh setiap perusahaan yang memiliki data base banyak. bohong jika perusahaan yang memiliki data base yang beribu-ribu data tidak membutuhkan contact center, kenapa saya bilang setiap perusahaan butuh contact center. karena memudahkan kerja baik itu sales atau agent untuk menghubungi calon nasabah atau nasabah yang telah terdaftar di database perusahaan.

sesuai dengan judul saya Banking vs Contact center, hampir 99.9% perusahaan banking mempunyai contact center, dari yang harga mahal sampai yang harga murah ( murah tetapi bukan murahan), sampai dengan fitur-fitur yang di tawarkan sangat beragam, dan aplikasi ini dapat di kustomisasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. banking vs contact center saling bergantungan satu sama lain, banking memiliki data base banyak tetapi untuk distribusi atau eksekusi tidak tau caranya akan tetapi contact center canggih tetapi tidak ada klien yang mengunakannya, itu sama saja manusia hanya minum air dan tidak makan dalam 2 minggu. gimana menurut teman-teman banking, apakah anda merasakan jika contact center tidak ada di sekeliling anda, hanya telephon biasa saja tanpa bisa memenuhi keluhan dari nasabah.

contact center ini sangat kooperatif, dapat merekam percakapan si nasabah dan si agent, jadi misalkan ada keluhan si agen kurang dengar. dengan adanya recording akan memudahkan si supervisor banking mendengarkan. dengan system ini kebutuhannya saling menutupi, aplikasi contact center menutupi kekurangan agent dan agent menutupi kekurangan contact center.

bagi anda yang perusahaan banking silakan sharing di sini, bagaimana kesan anda mengunakan contact center dan bagi yang belum mengunakan contact center coba lah dengan inovasi terbaru yang dapat merubah proses bisnis perusahaan

terima kasih

iyank

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar